Afridah Satu-satunya Ketua HIPGABI Perempuan, Gubernur Riau Apresiasi Hadirnya HIPGABI Riau

indonesiasatu, 05 Aug 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

RIAU – Afridah,SKM,M.Kes di percayai sebagai ketua HIPGABI Riau. Perempuan asal daerah Kabupaten Rokan Hilir ini merupakan satu-satunya perempuan sebagai ketua HIPGABI yang ada di seluruh Indonesia. Pelantikan dan pengukuhannya dilakukan oleh ketua Umum DPP HIPGABI , Ns,Welas Rianto,M.Kep,SP.Kep.Kom di Gedung Daerah Balai Serindit Gubernur Riau, Minggu (04/07/2019). Acara tersebut di hadiri oleh Gubernur Riau Drs Syamsuar,Msi, Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemprov Riau, Forkopimda Riau, DPW PPNI Riau H.Elia Tarigan, SKM, wakil Bupati Rohil Drs Jamiludin, Direktur seluruh Rumah Sakit Kota Pekanbaru dan seluruh pengurus HIPGABI Riau.

Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) provinsi Riau terbentuk  sebagai tindak lanjut dari himbauan dewan pengurus HIPGABI Pusat kepada DPW PPNI, karena HIPGABI adalah salah satu Himpunan perawat yang berada di bawah naungan organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi induk profesi perawat.  Lahirnya HIPGABI Provinsi Riau merupakan hasil rapat yang diselenggarakan oleh tim formatur yang telah mendapat mandat dari dewan pengurus pusat HIPGABI.

“Alhamdulillah saya diberi amanat oleh teman-teman perawat yang berada di gawat darurat dan bencana. Baik dari rumah sakit maupun dari kabupaten /kota untuk menahkodai HIPGABI provinsi Riau periode 2019-2024,”ujar Afridah.

HIPGABI adalah organisasi Himpunan Perawat yang berjenjang, mulai dari pengurus pusat. Jenjangannya hanya sampai pada dewan pengurus provinsi saja. Oleh sebab itu, meskinpun HIPGABI berkedudukan di Ibukota Provinsi Riau namun semua perawat berada di kabupaten/kota dilibatkan.

“Teman di daerah akan dilibatkan dalam susunan pengurus  HIPGABI Provinsi Riau. Terutama teman-teman perawat berada di kabupaten kota yang selalu berdampak bencana. Tentu saja ini sebagai upaya untuk memudahkan  komunikasi dan koordinasi dengan di daerah kabupaten kota di seluruh provinsi Riau,”tuturnya.

Peran serta dari semua stake holder atau lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan bencana sangat diharapkan dalam menjawab persoalan atau masalah kesehatan berada di wilayah gawat darurat sebagai akibat dari bencana, baik bencana alam, bencana non alam maupun bencana sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Dengan dedikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh teman-teman perawat, kami ingin memberikan kontribusi terhadap pemerintah dan masyarakat dalam membantu menyelesaikan masalah kesehatan baik dalam memberikan edukasi dan bantuan kesehatan terhadap masyarakat pada saat bencana, pada saat tanggap darurat maupun pada saat pasca bencana.”katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Afridah , HIPGABI Riau agar diberikan kesempatan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan keterampilan perawat gawat darurat dan bencana yang ada di provinsi Riau sehingga dapat bekerja secara profesional yang pada akhirnya dapat memberikan pelayanan yang berkualitas terhadap masyarakat dan selalu mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kami perawat ingin hadir dengan memberikan bantuan kemanusiaan sesuai dengan profesi dan keilmuan yang kami miliki dimanapun dibutuhkan oleh masyarakat khususnya provinsi Riau secara tulus danikhlas dlam upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,”ujarnya.

Kata Afridah, sesuai dengan UU  24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, HIPGABI akan selalu berkoordinasi serta mohon arahan dari institusi yang menjadi lading sektor dalam penyelenggara bencana.

“Bimbingan dan petunjuk dari gubri serta pemprov Riau sangat diharapkan agar dapat berperan di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan kebutuhan dalam situasi apapun dan dimanapun. Kami Insha Allah selalu siap untuk hadir membantu masyarakat,”pungkasnya Afridah.

Sementara itu, Gubernur Riau Drs Syamsuar,Msi mengapresiasi atas terbentuknya HIPGABI  Provinsi Riau. Dia berharap keberadaan HIPGABI Riau dapat berkontribusi terhadap pemerintahan dan masyarakat sehingga mampu menjawab persoalan yang timbul terhadap kasus gawat darurat baik di rumah sakit, fasilitas kesehatan lainnya maupun di lingkungan masyarakat yang terdampak bencana.

“Kita semua tahu bahwa beberapa daerah Kabupaten kota di provinsi Riau adalah daerah berpotensi timbulnya bencana seperti banjir,  kebakaran lahan dan hutan serta bencana-bencana lain yang datang tanpa diduga,”ujar Syamsuar.

Kata Dia melanjutkan, Dengan hadirnya HIPGABI di Riau tentu akan semakin cepat dan tepat dalam mengatasi persoalan atau masalah kesehatan sebagai akibat dari bencana yang timbul di provinsi Riau khususnya.

“Lakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak dalam penanganan bencana dan paling terpenting adalah para pengurus anggota HIPGABI Provinsi Riau mampu mengedukasi masyarakat pada saat pra bencana sebagai proteksi terhadap kemungkinan yang akan terjadi,”ujarnya.

Begitu juga saat tanggap darurat atau pada saat terjadi bencana serta pasca bencana yang merupakan rangkaian peristiwa bencana yang muncul setelah bencana alam berakhir salah satunya contoh setelah banjir berakhir justru pada saat itu pula wabah penyakit muncul.

“Disinilah kehadiran saudara HIPGABI Riau ditunggu dan diharapkan oleh masyarakat. Kompetensi dan profesionalitas dari saudara juga sangat penting. Maka tingkatkanlah kemampuan serta berkolaborasi dengan profesi-profesi lain dalam membantu pemerintah serta meringankan beban masyarakat. Mari bekerjalah dengan tulus dan ikhlas semoga HIPGABI Provinsi Riau senantiasa mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT,”tandasnya Gubernur Riau Drs Syamsuar,Msi mengakhirinya.  (andy)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu