Ikut Penjaringan Parpol Untuk Pilkada 2020, Bakal Calon Bupati Cutra Andhika Sampaikan Pokok Pikirannya

andy, 07 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

ROKAN HILIR - Bakal calon bupati, Cutra Andhika menyerahkan formulir penjaringan ke partai Demokrat. Partai Gerindra dan Partai PKS, Kamis (07/11/2019). Rombongan Cutra Andhika berpakaian putih dengan pin Cutra Energi Baru Rohil. Ketika di kantor Partai Gerindra Jalan Pahlawan Bagansiapiapi, rombongan Cutra Andhika ini diterima oleh ketua penjaringan partai Gerindra Rohil, Abdul Kosim,SE dan kader Gerindra Rohil lainnya. Tampak diantaranya ketua Gerindra Rohil, Jufrizal.

Dalam penyerahan berkas pendaftaran penjaringan bakal calon bupati, Cutra Andhika membeberkan beberapa pokok pikiran agar mendapat persamaan visi dan misi dengan partai Gerindra.

"Visi dan Misi yang bikin kami bersama sama dengan partai Gerindra adalah tentunya program untuk tingkat kabupaten Rokan Hilir,"ujar Cutra.

Ada beberapa pokok pikiran yang disampaikannya saat menyerahkan formulir penjaringan tersebut diantaranya, program pertama yaitu kedaulatan pangan. Hal ini akan diimplementasikan dalam bentuk program swasembada beras, artinya dengan potensi pertanian yang dimiliki saat ini yang tersebar di sejumlah kecamatan. Dalam hal ini, pemerintah kecamatan harus serius mengurus sektor pertanian khususnya dari hulu hingga hilir.

"Kami yakin program swasembada beras itu akan dengan sangat mudah terealisasikan, tinggal lagi bagaimana mampu memberdayakan kelanjutan program tersebut,"terangnya.

Kata Ia, kondisi sangat miris kalau sampai terjadi ahli fungsi lahan pertanian ke lahan perkebunan kelapa sawit. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya, tentu perlu payung hukum semacam peraturan daerah terhadap daerah-daerah sentra pertanian.

"Khususnya pertanian, tidak boleh dialih fungsikan ke sektor perkebunan dan lain sebagainya.  Tentunya dengan peraturan daerah agar ada sanksi administratif apabila terjadi proses pengalihan fungsi lahan tersebut ,"ujarnya.

Kemudian pokok pikiran agar lahan pertanian ada saluran pengairan irigasi. Kata Ia, setelah melakukan diskusi dengan para petani, para petani mengatakan saat ini saluran irigasi itu sudah ada, namun tidak dapat menyalurkan air dari sungai ke masyarakat petani. Oleh sebab itu, tentu ini perlu campur tangan pemerintah.

"Akibat saluran irigasi tersebut tidak jalan ke sawah-sawah petani maka kemungkinan gagal panen itu besar sekali, apalagi kalau musim kemarau tiba,"ujarnya.

Kalau nanti irigasi itu sudah mengaliri sawah para petani, tentunya minimal dalam setahun itu petani dapat melakukan tiga kali masa tanam dan tentunya tiga kali masa panen padi.  

“Ini terkait hulunya, terkait hilirnya kita melihat bahwa padi yang dihasilkan oleh petani-petani kita ini selalu ketika musim panen tiba maka menjualnya ke orang luar provinsi Riau, khususnya dari Sumatera Utara yang membeli padi mereka. Ketika kita diskusi dengan para petani kita, alasan mereka menjual ke Sumatera Utara itu kan harganya relatif di bandingkan ketika mereka menjualnya dengan harganya murah. Tentunya pemerintah harus memiliki perhatian di sini bagaimana agar menciptakan koperasi khusus para petani sehingga nanti harga beras mereka menjadi tinggi,”kata Cutra.

Kemudian pokok pikiran selanjutnya adalah tentang masalah kemaritiman, dimana Bagansipiapi ini sudah terkenal dengan penghasil ikan sewaktu dahulu.  

“Masalah perikanan harus dipikirkan,  terutama di Panipahan harus ada pelelangan ikan dan adanya patroli untuk menjegal terjadinya illegal fishing. Demikianlah pokok pikiran sebagai bahan dan motivasi agar dapat berkoalisi dengan partai Hanura,”tandas Cutra Andhika. (andy)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu