Mari Ikut Ngobrol Bersama Para Difabel Bali di Taman Baca Kesiman

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR-Perjuangan dobel para difabel yang tak mudah menjadi difabel di Bali. Selain karena adanya anggapan bahwa orang cacat adalah karma buruk akibat perbuatannya di masa lalu juga karena fasilitas publik yang tidak ramah bagi mereka. Nyatanya, para difabel di Bali justru melawan stigma itu.

Mereka berhasil termasuk dalam 2018 Asian Para Games. Beberapa atlet Bali mendapatkan medali di sana. Lalu, bagaimana perjuangan para difabel di Bali selama ini dalam kehidupan sehari-hari ataupun menggunakan fasilitas publik?

Mari ikut ngobrol bersama difabel Bali bersama Suka Duka di Tana Bali pada Sabtu, 27 Oktober 2018 pukul 18.00 Wita di Taman Baca Kesiman Jl Sedap Malam no 234 Kesiman, Denpasar.

"Harapan kami ada parsepsi dan perlakukan yang setara terhadap saudara-saudara kita para difabel, di Indonesia pada umumnya belum kondusif, khususnya di Bali mungkin belum terfikirkan, terutama kalau mereka ke Pura masih banyak anak tangga yang sulit diakses para difabel", kata Agung Alit ketika di konfirmasi Jurnalist Indonesia Satu Biro Bali, Selasa (23/10).

Suka Duka di Tana Bali adalah program kolaborasi Taman Baca Kesiman bersama BaleBengong, sebagai upaya membuka ruang bagi narasi kecil masyarakat."Kami hanya berempati saja,bagaimana hal tersebut jika terjadi pada diri kita",pungkasnya.(goenawan).

  • Whatsapp

Index Berita