Puluhan Kades di Jeneponto Ikut Bimtek, Dianggarkan Rp.10 Juta Perdesa

samsir, 16 Jul 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO - Dari 82 Kepala Desa di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sebanyak 60 orang lebih Kepala Desa diberangkatkan ke Kabupaten Banyuangi dalam rangka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas bagi aparatur pemerintah desa se-Kabupaten Jeneponto.

Bimtek tersebut, bertempat di Hotel ILLIRA, Kabupaten Banyuangi pada Rabu, 10 - 14 Juli 2019, dengan tema, "Manajemen Pemerintah Desa dan Mekanisme Teknis Penyusunan PERDES".

Kepala Bidang Pemeritahan Desa Kabupaten Jeneponto, Syahrul Kalepu membenarkan hal tersebut saat ditemui di ruangannya pada kantor Dinas PMD jalan Abdul Jalil Dg Sikki, Kecamatan Binamu, Selasa (16/7/2019).

Menurut dia, kegiatan ini sangat penting diadakan berdasarkan UU Desa nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Permendagri 44 tentang kewenangan lokal dan asal usul desa dan Permendagri nomor 20 tentang pengelolaan keuangan berskala Desa.

Dengan merujuk kapada UU tersebut, kata dia, Kepala Desa harus membuat PERDES. Jika kedepannya tidak membuat PERDES maka BPKP merekomendasikan semua kegiatan di desa akan menjadi sebuah temuan.

"Makanya setiap kepala desa harus tahu apa yang mereka kerjakan. Nah, untuk mengetahui itu harus ada PERDES yang mengatur karena diaturan Perbup sudah ada, jika tidak ada PERDES maka itu dianggap ilegal. Makanya tahun ini harus dipicu, PERDES itu harus selesai," kata dia.

Dikatakan Syahrul, Kegiatan itu dilaksanakan di Banyuangi karena merupakan Kabupaten yang menjadi rujukan KPK, BPK dan BPKP dalam rangka pengelolaan kabupaten keuangan, kabupaten pemerintahan desa terbaik di seluruh Indonesia.

Diakuinya, kegiatan tersebut wajib bagi desa karena ada PERDES tentang UU Desa.

Bimtek ini dilakukan, setelah pihaknya cek ada beberapa desa yang menganggarkan, tapi tidak semua desa yang berangkat. Namun pastinya sekitar 60 Desa lebih yang menganggarkan, yang berangkat sekitar 59 orang.

Ia juga mengaku dari kesekian orang yang berangkat tersebut, dianggarkan variatif dari program APBdes tahun 2019 melalui rencana kerja APBdes Desa tahun 2018.

"Dalam satu desa variatif, ada yang anggarkan Rp10 juta ada juga desa yang anggarkan Rp.9 juta. Itu dianggarkan dari dana APBdes," jelas Syahrul.

Diakunya, anggaran yang Rp.10 juta tersebut, untuk pembayaran tiket Rp.4 juta dan Rp.6 juta untuk yang memfasilitasi kegiatan di Banyuangi termasuk hotel, terangnya.


Editor : Samsir

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu